Mengapa Anda Tidak Bisa Berkemauan Keras untuk Keluar dari Obesitas

0
4

Itu adalah jawaban klise dan melelahkan yang kita semua tidak suka dengar: Anda makan terlalu banyak, Anda bergerak terlalu sedikit, dan jika Anda lebih disiplin, masalahnya akan hilang.

Sederhana, bukan?

Salah.

Saat kita diperingatkan tentang bahaya makan berlebihan, kita sempat ketakutan. Kami berjanji untuk berbuat lebih baik. Lalu seseorang meletakkan sepiring pancake yang disiram sirup maple di depan kami. Alasannya menguap. Nafsu makan mengambil kendali. Sebelum Anda menyadarinya, Anda kembali ke titik awal.

Lalu mengapa nafsu makan menjadi pendorong perilaku yang brutal? Dan yang lebih penting, bagaimana kita menjinakkannya?

Ilmu pengetahuan telah mengalihkan kesalahan dari “kemauan lemah” ke biologi. Khususnya gen dan hormon.

Tarik-menarik Hormonal di Dalam Tubuh Anda

Tubuh Anda tidak mencoba membunuh Anda. Ia berusaha membuat Anda tetap hidup, meskipun itu berarti membuat Anda gemuk. Dua hormon utama mengendalikan hal ini: ghrelin dan leptin.

Ghrelin adalah tombol “on”. Sebagian besar diproduksi oleh lapisan perut Anda, ini memberi sinyal pada otak Anda (khususnya hipotalamus) bahwa sudah waktunya makan. Inilah kejutannya: saat Anda berdiet dan menurunkan berat badan, kadar ghrelin melonjak. Tubuh Anda mengira sedang kelaparan dan mencoba mendapatkan kembali lemak yang hilang. Inilah sebabnya mengapa pemeliharaan lebih sulit daripada kerugian awal.

Leptin adalah saklar “mati”. Dibuat oleh sel-sel lemak, ini memberi tahu otak Anda bahwa Anda sudah kenyang. Leptin rendah berarti Anda lapar dan tubuh Anda ingin menyimpan energi. Leptin tinggi berarti Anda puas.

Namun inilah jebakan bagi banyak orang yang mengalami obesitas: resistensi leptin.

Tubuh Anda berhenti mendengarkan sinyal. Anda tidak pernah merasa puas, tidak peduli berapa banyak Anda makan. Biologi Anda secara aktif melawan upaya Anda untuk menurunkan berat badan.

“Pada dasarnya, tubuh Anda menggunakan hormon-hormon ini untuk membantu Anda mempertahankan berat badan dan mencegah Anda kehilangan lemak.”

Bagaimana Kurang Tidur Mencuri Tekad Anda

Anda boleh saja mengonsumsi makanan yang sempurna, tetapi jika Anda tidak tidur, hormon Anda akan mengkhianati Anda.

Kurang tidur meningkatkan ghrelin (Anda semakin lapar) dan menurunkan leptin (Anda tidak merasa kenyang). Ini adalah pukulan ganda.

Saya mempelajarinya dengan cara yang sulit. Selama magang medis, saya kurang tidur, bekerja sepanjang malam setiap malam ketiga. Berat badan saya bertambah secara signifikan pada tahun itu. Bertahun-tahun kemudian, setelah putra saya Alex lahir, pola tersebut berulang. Dia menderita sakit perut, tidur tidak lebih dari dua puluh menit selama enam bulan pertamanya. Berat badanku bertambah empat puluh pon—dua puluh karena kehamilan, dua puluh karena kelelahan.

Saat saya mulai tidur lebih banyak, berat badan saya turun lebih mudah. Tidur bukan sekedar istirahat; itu regulasi metabolisme.

Perangkap Genetik dan Lingkungan

Ini bukan hanya hormon. Itu DNA Anda.

Perkiraan menunjukkan bahwa faktor genetik menyumbang 20% ​​hingga 90% dari berat badan Anda. Studi terhadap anak kembar menunjukkan bahwa saudara kandung yang dibesarkan secara terpisah tetap memiliki berat badan yang sama. Anak angkat cenderung memiliki ukuran tubuh yang sama dengan orang tua kandungnya, bukan anak angkatnya.

Hal ini menunjuk pada teori “gen hemat”.

Nenek moyang kita perlu makan kapan pun makanan tersedia dan menyimpan lemak untuk bertahan hidup saat kelaparan. Secara genetik, ini sangat masuk akal ketika makanan Anda berikutnya tidak pasti. Saat ini, dengan adanya makanan cepat saji di mana-mana, mekanisme kelangsungan hidup tersebut menjadi sebuah tantangan. Anda tidak malas; Anda secara evolusi diperlengkapi untuk menyimpan energi di dunia yang energinya tidak terbatas.

Apakah Virus Membuat Anda Gemuk?

Ini terdengar seperti wilayah teori konspirasi, tapi ini adalah sains nyata.

Adenovirus-36 adalah virus umum yang dikaitkan dengan pilek dan penyakit mata merah. Penyakit ini ditemukan pada 30% orang yang mengalami obesitas dibandingkan dengan hanya 5% pada orang yang tidak mengalami obesitas. Ketika para ilmuwan memaparkan sel induk manusia pada virus ini, sel tersebut berubah menjadi sel lemak.

Hal ini menunjukkan bahwa beberapa kenaikan berat badan tidak bersifat perilaku sama sekali. Itu menular. Secara teoritis, hal ini dapat menghasilkan vaksin untuk obesitas, namun kita belum mencapainya.

Pelaku Medis Tersembunyi

Jika Anda makan dengan benar, tidur nyenyak, dan masih belum bisa menurunkan berat badan, periksa masalah medis berikut. Ini mungkin bukan salahmu.

  • Hipotiroidisme: Tiroid yang lamban memperlambat metabolisme Anda, membuat penurunan berat badan menjadi sangat sulit.
  • Penyakit Cushing: Kadar kortisol yang tinggi menyebabkan penambahan berat badan, terutama di bagian wajah dan badan.
  • PCOS: Sindrom ovarium polikistik melibatkan ketidakseimbangan hormon yang menyebabkan penambahan berat badan pada wanita.
  • Gangguan Makan Berlebihan: Mengalami sekitar 30% orang yang mengalami obesitas, hal ini bukan sekadar “ngemil”. Ini adalah kebiasaan konsumsi dalam jumlah besar yang didorong oleh faktor psikologis.
  • Pengobatan: Periksa lemari obat Anda. Pelanggar penambahan berat badan yang umum meliputi:
  • Antidepresan (seperti Paxil dan Zoloft)
  • Penstabil suasana hati
  • Obat kencing manis
  • Agen tekanan darah
  • Steroid
  • Obat anti kejang
  • Antihistamin

Jadi, Apa yang Anda Lakukan?

Apakah mengetahui semua ini berarti Anda harus menyerah saja?

Tidak. Obesitas membunuh. Itu merusak kesehatan Anda. Tapi itu juga berarti Anda tidak bisa menyalahkan diri sendiri karena kurang “kemauan keras”. Anda melawan biologi, genetika, dan mungkin virus.

Anda hanya harus bekerja lebih keras. Dan lebih pintar.

Pahami pemicu Anda. Perbaiki tidurmu. Periksa obat-obatan Anda. Akui bahwa tubuh Anda berjuang untuk membuat Anda tetap gemuk, dan hormati perjuangan itu. Ini bukan kegagalan moral. Ini adalah perang fisiologis.

Dan perang dimenangkan dengan strategi, bukan hanya kekerasan.