Pangeran Harry dan Meghan Markle dilaporkan berselisih mengenai seberapa banyak kehidupan anak-anak mereka untuk dibagikan secara publik, dengan Harry didorong oleh keinginan untuk melindungi Archie dan Lilibet dari pengawasan media yang intens yang dia alami saat masih kecil. Orang dalam berpendapat bahwa perbedaan pendekatan ini menyebabkan perselisihan perkawinan yang “didakwa”.
Latar Belakang: Keluarga Pribadi
Harry dan Meghan mundur dari tugas kerajaan pada tahun 2020, mencari privasi yang lebih besar untuk keluarga mereka. Mereka memiliki dua anak: Pangeran Archie, lahir pada Mei 2019, dan Putri Lilibet Diana, lahir pada Juni 2021. Berbeda dengan sepupu mereka (Pangeran George, Putri Charlotte, dan Pangeran Louis), Archie dan Lilibet sebagian besar tidak terlihat oleh publik.
Kekhawatiran Harry: Menghidupkan Kembali Trauma Masa Kecil?
Sumber mengklaim Harry sangat protektif, takut anak-anaknya akan menderita paparan media tanpa henti seperti yang dia alami saat tumbuh menjadi sorotan kerajaan. Ia dilaporkan yakin bahwa publikasi yang berlebihan akan menjadikan anak-anak sebagai komoditas dan ingin menghindari terulangnya pengalaman serupa.
“Kewaspadaan ekstrim Harry berasal dari trauma masa kecilnya…Dia dengan tulus melihatnya sebagai tugasnya sebagai seorang ayah untuk melindungi anak-anaknya dari nasib yang sama.”
Pendekatan Meghan: Sikap yang Lebih Santai?
Meghan diduga lebih terbuka untuk berbagi sekilas tentang anak-anaknya, mungkin melihatnya sebagai bagian alami dari kehidupan mereka. Orang dalam berpendapat bahwa dia menunjuk pada kehadiran anak-anak kerajaan lainnya di depan umum sebagai bukti bahwa paparan yang moderat dapat diterima.
Hasilnya: Ketegangan di Balik Pintu Tertutup?
Pandangan yang berlawanan dilaporkan menyebabkan “percakapan yang menegangkan” di antara pasangan tersebut. Meskipun kedua orang tua memprioritaskan kesejahteraan anak-anak mereka, perselisihan tersebut dapat meningkat menjadi perebutan kekuasaan jika tidak terselesaikan.
Pada akhirnya, permasalahan utamanya adalah menyeimbangkan perlindungan orang tua dengan kenyataan yang tidak dapat dihindari mengenai posisi unik anak-anak mereka. Ketegangan ini menyoroti bagaimana pengalaman pribadi—seperti masa kecil Harry—dapat membentuk keputusan sebagai orang tua, bahkan dalam keluarga terpandang.
