Skrining Kanker Serviks: Yang Perlu Anda Ketahui

0
5

Kanker serviks dapat dicegah dengan pemeriksaan rutin, namun banyak orang tidak yakin tentang apa pemeriksaan yang diperlukan atau kapan pemeriksaan tersebut diperlukan. Tujuannya sederhana: mendeteksi infeksi human papillomavirus (HPV) yang berisiko tinggi dan perubahan sel prakanker pada serviks sebelum berkembang menjadi kanker—seringkali bahkan sebelum gejalanya muncul. Memahami proses dan pedoman sangat penting untuk kesehatan proaktif.

Cara Kerja Pemeriksaan Kanker Serviks

Kanker serviks berkembang secara perlahan. Pertama, sel-sel pada leher rahim berubah, membentuk lesi prakanker. Tes skrining dirancang untuk mendeteksi perubahan ini sejak dini. Ada dua metode utama:

  • Tes Pap (Pap Smear): Memeriksa kelainan pada sel serviks.
  • Tes HPV: Memeriksa jenis HPV berisiko tinggi, yang merupakan penyebab utama kanker serviks.

Tes-tes ini dapat dilakukan secara terpisah atau bersamaan. Yang terpenting, pemeriksaan ini bukan merupakan tes untuk infeksi menular seksual (IMS) lainnya, juga tidak mendeteksi kanker ovarium atau rahim. Pemeriksaan ini berfokus secara khusus pada serviks dan potensi perubahan terkait HPV.

Peran HPV

HPV sangat umum terjadi; sebagian besar individu yang aktif secara seksual akan mengalaminya pada suatu saat. Tubuh sering kali membersihkan HPV secara alami, tanpa membahayakan. Namun, strain tertentu (tipe “berisiko tinggi”) dapat bertahan dan menyebabkan perubahan sel serviks seiring berjalannya waktu. Karena sebagian besar infeksi HPV tidak menimbulkan gejala langsung, pemeriksaan sangat penting meskipun Anda merasa sangat sehat.

Pedoman Pemeriksaan Berdasarkan Usia

Rekomendasinya bervariasi, tetapi secara umum:

  • Usia 21–29: Tes Pap setiap tiga tahun biasanya sudah cukup.
  • Usia 30–65: Pilihannya mencakup tes HPV setiap lima tahun, tes Pap setiap tiga tahun, atau kombinasi keduanya setiap lima tahun.
  • Di atas 65: Jika hasil sebelumnya selalu normal, pemeriksaan mungkin tidak lagi diperlukan, meskipun hal ini bergantung pada riwayat individu.

Individu dengan hasil masa lalu yang tidak normal, sistem kekebalan yang lemah, atau pengobatan prakanker sebelumnya mungkin memerlukan pemeriksaan yang lebih sering. Selalu diskusikan jadwal terbaik dengan dokter kandungan Anda.

Apa yang Diharapkan Selama Pap Smear

Tes ini dilakukan selama pemeriksaan panggul. Sel-sel dikumpulkan dengan hati-hati dari leher rahim menggunakan alat kecil. Sampel dikirim ke laboratorium untuk dianalisis. Prosesnya biasanya cepat, dan beberapa pasien mengalami ketidaknyamanan ringan. Jika pemeriksaan panggul sulit bagi Anda, beri tahu penyedia layanan Anda; penyesuaian seperti teknik pernapasan atau spekulum yang lebih kecil dapat meningkatkan kenyamanan.

Pemeriksaan Pap Smear vs Panggul: Ketahui Perbedaannya

Pemeriksaan panggul adalah pemeriksaan fisik itu sendiri. Pap smear adalah tes yang dapat dilakukan selama pemeriksaan tersebut. Anda dapat memiliki satu tanpa yang lain. Pemeriksaan didasarkan pada usia dan faktor risiko, bukan pada apakah Anda memiliki gejala. Inilah sebabnya mengapa kunjungan rutin ke wanita sehat sangatlah penting: penyedia layanan kesehatan Anda menentukan kapan pemeriksaan harus dilakukan.

Memahami Hasil Anda

Sebagian besar hasilnya normal. Hasil yang tidak normal tidak secara otomatis berarti kanker; seringkali, ini menunjukkan HPV atau perubahan sel ringan yang dapat hilang dengan sendirinya. Tindak lanjut mungkin termasuk:

  • Ulangi pengujian
  • Tes HPV (jika belum dilakukan)
  • Kolposkopi (pemeriksaan leher rahim lebih dekat)

Tindak lanjut yang cepat sangat penting. Deteksi dini dan pengobatan perubahan sel serviks sangat efektif.

Kolposkopi Dijelaskan

Kolposkopi menggunakan pembesaran untuk memeriksa serviks dengan cermat. Jika diperlukan, sampel jaringan kecil (biopsi) dapat diambil untuk menilai perubahan sel. Banyak pasien khawatir tentang prosedur ini, tapi ini bersifat diagnostik. Ini membantu menentukan apakah pengobatan diperlukan atau apakah pemantauan sudah cukup.

HPV dan Monogami: Apakah Anda Masih Bisa Tertular?

Ya. HPV dapat tetap tidak aktif selama bertahun-tahun tanpa gejala. Tes HPV positif tidak membuktikan paparan atau perselingkuhan baru-baru ini. Dekati hasil dengan informasi yang akurat.

Mengurangi Risiko Anda

Meskipun tidak semua faktor risiko dapat dikontrol, langkah-langkah berikut dapat menurunkan peluang Anda terkena perubahan serviks terkait HPV:

  • Tetap sesuai jadwal dengan pemutaran film.
  • Pertimbangkan vaksin HPV jika memenuhi syarat.
  • Gunakan kondom secara konsisten.
  • Hindari merokok.
  • Tindak lanjuti hasil yang tidak normal.

Panduan pribadi dari penyedia Anda dapat membantu Anda menentukan strategi pencegahan terbaik untuk situasi Anda.

Pemikiran Terakhir

Skrining kanker serviks merupakan cara efektif untuk mencegah kanker dengan mendeteksi HPV dan perubahan prakanker sejak dini. Tetap proaktif dan mengikuti pedoman yang direkomendasikan adalah kunci untuk menjaga kesehatan Anda.