Grimes, musisi dan mantan mitra Elon Musk, telah secara terbuka membahas ketidaksepakatan yang signifikan dengan Musk mengenai pengasuhan ketiga anak mereka. Masalah inti berkisar pada waktu pemakaian perangkat dan paparan internet, yang mencerminkan tantangan yang dihadapi oleh banyak orang tua.
Perselisihan: Menyeimbangkan Teknologi dan Masa Kecil
Grimes mengungkapkan di media sosial bahwa dia dan Musk berselisih mengenai berapa banyak waktu menonton yang seharusnya dimiliki anak-anak mereka—X Æ A-Xii, Exa Dark Sideræl, dan Techno Mechanicus. Musk dilaporkan tidak keberatan dengan paparan digital, sementara Grimes secara aktif membatasinya, lebih memilih konten yang lebih lambat dan berkualitas tinggi seperti film Studio Ghibli. Ia yakin stimulasi berlebihan dari platform seperti Cocomelon dapat merugikan.
“Perdebatan besar karena orang tua lainnya tidak keberatan, namun hal ini cukup dihindari,” jelas Grimes. “Jika itu terjadi, kami fokus pada karya seni yang hebat dan idealnya hal-hal yang lebih lambat seperti ghibli yang tidak terus-menerus mengubah konteks.”
Ketegangan ini bukanlah hal baru. Grimes sebelumnya mengkritik Musk karena membawa putra mereka X ke Ruang Oval, menyesali ketidakmampuannya untuk sepenuhnya mengontrol citra publik anak-anak mereka. Artis tersebut bahkan menyatakan rasa frustrasinya atas kurangnya upaya hukum untuk mencegah anak-anaknya terekspos secara online.
Implikasi yang Lebih Luas: Kontrol Orang Tua di Era Digital
Konflik ini menyoroti kesulitan yang dihadapi orang tua ketika mengasuh anak bersama, terutama ketika salah satu orang tua memiliki pengaruh yang jauh lebih besar. Situasi Grimes unik karena Musk adalah seorang miliarder dengan jangkauan media yang luas, sehingga lebih sulit menjaga privasi anak-anaknya.
Namun, masalah mendasarnya—ketidaksepakatan mengenai waktu pemakaian perangkat dan paparan digital—bersifat universal. Orang tua saat ini bergulat dengan cara menyeimbangkan manfaat teknologi dengan risiko stimulasi berlebihan, konten berbahaya, dan masalah privasi. Perdebatan ini semakin rumit karena perbedaan filosofi pengasuhan.
Masalah yang Tidak Dapat Dipecahkan?
Grimes mengakui bahwa dia tidak bisa mendikte apa yang terjadi selama masa tahanan Musk. Dia mengandalkan penciptaan lingkungan dengan stimulasi rendah ketika anak-anak bersamanya, tetapi hal ini menawarkan kendali yang terbatas. Situasi ini menggarisbawahi tantangan mendasar dalam pengasuhan bersama: ketika filosofi berbeda, menjaga konsistensi dan melindungi kesejahteraan anak menjadi semakin sulit.
Pada akhirnya, perjuangan publik Grimes bergema dengan banyak orang tua yang mengalami perselisihan serupa. Kasus ini menjadi pengingat bahwa orang-orang terkemuka pun menghadapi tantangan yang sama dalam membesarkan anak di zaman modern.
