Mengapa Begitu Banyak Orang Tertidur Saat Menonton TV: Penjelasan Ahli Tidur

0
9

Banyak orang yang rutin tertidur saat menonton TV malam. Ini bukan sekedar masalah kebosanan; hal ini berakar pada bagaimana tubuh kita berfungsi, khususnya penumpukan sleep drive sepanjang hari. Pakar tidur menjelaskan bahwa beberapa faktor berkontribusi terhadap fenomena ini, mulai dari ritme sirkadian alami hingga masalah tidur yang mendasarinya.

Ilmu Kantuk

Sepanjang hari, tubuh Anda mengumpulkan “sleep drive”—tekanan biologis untuk istirahat. Dorongan ini mencapai puncaknya pada waktu tidur, menjadikan malam hari sebagai waktu paling alami untuk tertidur. Menonton TV, terutama setelah hari yang melelahkan, bertepatan dengan puncak ini. Kombinasi kelelahan dan lingkungan dengan rangsangan rendah membuat rasa kantuk mudah menguasainya.

Para ahli di Johns Hopkins dan UCLA Health mencatat bahwa tubuh kita secara aktif melawan rasa kantuk di siang hari dengan mencari rangsangan. Menggulir ponsel Anda atau bahkan melakukan pekerjaan rumah memberikan kewaspadaan yang cukup. Namun, TV umumnya merupakan aktivitas dengan rangsangan rendah. Jika Anda berbaring di ruangan gelap dengan program yang cukup menarik, kondisinya ideal untuk tertidur.

Peran Irama dan Keakraban Sirkadian

Jam tubuh internal Anda, atau ritme sirkadian, juga berperan. “Orang pagi” secara alami mengalami penurunan kewaspadaan lebih awal, membuat mereka lebih rentan tertidur di sofa. Tubuh memberi sinyal waktu tidur lebih awal bagi orang-orang ini, dan aktivitas dengan stimulasi rendah seperti TV dapat dengan mudah memicu tidur.

Selain itu, menonton kembali acara yang sudah dikenal meningkatkan kemungkinan tertidur. Sistem saraf menjadi lebih tenang dengan pertunjukan kenyamanan, membutuhkan lebih sedikit usaha mental. Anda tidak perlu terlalu memperhatikan alur ceritanya, biarkan tubuh Anda rileks dan menyerah pada rasa kantuk.

Kurang Tidur dan Masalah yang Mendasari

Prevalensi kurang tidur memperburuk masalah ini. Kebanyakan orang tidak mendapatkan waktu tidur tujuh hingga sembilan jam setiap malam yang direkomendasikan, dan bahkan mereka yang mendapatkan tidur tersebut mungkin mengalami kualitas tidur yang buruk. Gangguan tidur yang tidak diobati atau tidak diobati, seperti apnea tidur, dapat semakin mengganggu tidur dan memperburuk kelelahan di siang hari. Tertidur sambil sering menonton TV bisa menjadi tanda masalah yang lebih serius.

Kapan Harus Mencari Bantuan

Tertidur sesekali tidak perlu dikhawatirkan. Namun, jika sudah menjadi kebiasaan, hal ini perlu mendapat perhatian. Jika Anda kesulitan untuk tetap terjaga bahkan selama pertunjukan yang menarik, itu adalah sinyal bahwa Anda mungkin perlu mengevaluasi kembali pola tidur Anda. Berkonsultasi dengan spesialis tidur dapat membantu mengidentifikasi kondisi mendasar yang mengganggu istirahat Anda.

Tetap terjaga saat menonton TV di malam hari umumnya menunjukkan kesehatan tidur yang baik. Jika Anda terus-menerus tetap waspada, ini menunjukkan istirahat yang cukup dan gangguan tidur yang minimal. Tindakan sederhana ini—tetap terjaga—dapat menjadi indikator yang sangat andal untuk mengetahui kualitas tidur secara keseluruhan.