Dari Atlet Menjadi Pembangun Warisan: Bagaimana Allyson Felix dan Misty Copeland Mendefinisikan Ulang Kesuksesan

0
8

Dua atlet paling terkenal di generasinya, Allyson Felix dan Misty Copeland, membuktikan bahwa penguasaan atletik tidak berakhir dengan pensiun. Sebaliknya, mereka memanfaatkan platform mereka untuk membangun warisan abadi, tidak hanya dalam bidang olahraga tetapi juga dalam bisnis dan dampak sosial.

Pergeseran dari Kompetisi ke Kreasi

Selama diskusi panel baru-baru ini yang diselenggarakan oleh acara Female Force di Majalah Hearst, Felix dan Copeland mendiskusikan pendekatan yang mereka lakukan untuk membentuk masa depan pascakompetisi mereka. Acara yang merayakan kewirausahaan perempuan ini menjadi latar perbincangan tentang bagaimana perempuan mengubah penguasaan olahraga menjadi dampak berkelanjutan.

Copeland, penari utama kulit hitam pertama di American Ballet Theatre (ABT), kini fokus memperluas akses balet melalui Misty Copeland Foundation. Felix, atlet Olimpiade wanita paling berprestasi di bidang atletik, ikut mendirikan Saysh (merek alas kaki wanita) dan Always Alpha (perusahaan manajemen olahraga wanita).

Peralihan mereka bukanlah suatu kebetulan; ini adalah respons langsung terhadap tantangan yang mereka hadapi dalam karier mereka.

Mengatasi Hambatan dan Membangun Kesetaraan

Copeland menyoroti pentingnya waktu dan komunitas dalam menavigasi ruang yang tidak dirancang untuk inklusivitas. Dia menekankan bahwa keberhasilan dalam bidang tersebut memerlukan pembangunan jaringan yang kuat, khususnya di antara perempuan kulit hitam lainnya yang berperan sebagai mentor. Fokusnya saat ini adalah bercerita melalui Life in Motion Productions dan menjadikan balet lebih mudah diakses melalui program seperti BE BOLD (untuk anak-anak) dan BE BOLDER (untuk orang dewasa).

Felix juga menyampaikan sentimen serupa, menceritakan kesulitan yang ia hadapi sebagai seorang atlet dan seorang ibu. Dia secara terbuka mengungkap upaya Nike untuk memotong gajinya sebesar 70% selama kehamilan, sebuah langkah yang memicu perubahan di seluruh industri. Pengalaman ini mendorongnya untuk memperjuangkan kesetaraan dalam olahraga, dan mendirikan Always Alpha, sebuah perusahaan yang berdedikasi untuk mewakili atlet wanita secara berbeda.

“Pemasaran olahraga wanita tidak sama dengan pemasaran pria.” – Allyson Felix

Melampaui Kinerja: Akses dan Inovasi

Kedua perempuan tersebut menyadari bahwa akses sangat penting untuk membangun masa depan yang lebih adil. Yayasan Copeland menyediakan program balet sepulang sekolah gratis di komunitas yang kurang mampu, menekankan pada keterampilan hidup yang dapat ditransfer yang diperoleh melalui tarian. Merek Felix’s Saysh mengatasi kesenjangan mendasar dalam industri alas kaki atletik, dengan memperlihatkan bagaimana perempuan pada dasarnya dijual sebagai “sepatu pria yang disamarkan”.

Komitmen terhadap inovasi ini meluas ke model bisnis mereka. Always Alpha berfokus secara eksklusif pada bakat perempuan, menyadari kebutuhan unik perempuan dalam pemasaran olahraga.

Kekuatan Syukur dan Keheningan

Meski memiliki jadwal yang padat, Felix dan Copeland memprioritaskan kesejahteraan pribadi. Felix membuat jurnal rasa syukur, sementara Copeland menemukan keheningan melalui momen bersama putranya atau membaca dengan tenang. Nasihat mereka kepada para wirausahawan yang bercita-cita tinggi sangatlah sederhana: jangan menunggu momen yang “sempurna”—mulai saja.

“Tidak pernah ada momen yang tepat untuk memulai sesuatu…Terkadang Anda hanya perlu mengambil langkah pertama itu.” – Allyson Felix

Copeland menambahkan, “Hanya karena tidak ada cetak biru bukan berarti hal itu tidak mungkin.”

Kesimpulannya, Allyson Felix dan Misty Copeland mendefinisikan ulang apa artinya menjadi atlet sukses. Dengan mengubah pengalaman mereka menjadi peluang untuk perubahan, mereka membangun warisan yang melampaui sekedar lapangan dan panggung, membuktikan bahwa dampaknya bisa sama kuatnya dengan kinerja.