Keluarga James Van Der Beek Mencari Bantuan Keuangan Setelah Kematiannya

0
5

Keluarga aktor James Van Der Beek telah meluncurkan kampanye crowdfunding untuk menutupi biaya setelah kematiannya baru-baru ini akibat kanker kolorektal stadium 3. Meskipun kekayaan bersihnya dilaporkan sebesar $3 juta, biaya yang terkait dengan perawatan medisnya membuat istrinya, Kimberly Van Der Beek, dan keenam anak mereka menghadapi kesulitan keuangan.

Biaya Pengobatan Menghabiskan Dana Keluarga

Kimberly Van Der Beek memulai GoFundMe tak lama setelah mengumumkan meninggalnya suaminya pada 11 Februari. Deskripsi kampanye menyatakan bahwa keluarga tersebut menghabiskan sumber dayanya selama Van Der Beek sakit, termasuk biaya perawatan dan dukungan berkelanjutan.

“Dukungan teman, keluarga, dan komunitas luas akan membuat perbedaan besar saat mereka menjalani masa depan.”

GoFundMe mencari $500.000 untuk menutupi biaya hidup penting, tagihan, dan pendidikan lanjutan untuk putri pasangan tersebut Olivia, Annabel, Emilia, Gwendolyn, dan putra Joshua dan Yeremia. Saat tulisan ini dibuat, kampanye tersebut telah mengumpulkan lebih dari $167.000 hanya dalam beberapa jam.

Meningkatnya Biaya Perawatan Kanker

Van Der Beek pertama kali mengungkapkan diagnosisnya pada November 2024. Kematiannya menggarisbawahi semakin besarnya beban keuangan untuk pengobatan kanker stadium lanjut, bahkan bagi mereka yang memiliki kekayaan sedang. Biaya pengobatan, terutama untuk perawatan jangka panjang, dapat dengan cepat membebani keluarga—bahkan mereka yang tampak mampu secara finansial.

Respon Publik dan Permintaan Privasi

Kimberly Van Der Beek meminta privasi saat dia dan anak-anaknya berduka, menjanjikan rincian lebih lanjut mengenai keinginan suaminya di lain waktu. Meskipun demikian, keberhasilan kampanye ini menunjukkan kesediaan masyarakat untuk mendukung mereka yang menghadapi krisis keuangan yang tidak terduga.

Keluarga Van Der Beek kini bergantung pada sumbangan untuk memelihara rumah mereka dan memastikan stabilitas selama masa transisi yang sulit ini. Situasi ini menimbulkan pertanyaan yang lebih luas tentang aksesibilitas layanan kesehatan dan realitas keuangan dari penyakit yang tidak dapat disembuhkan.