Remaja, Judi, dan New Normal: Yang Perlu Diketahui Orang Tua

0
5

Super Bowl bukan lagi sekadar pertandingan sepak bola. Tahun ini, seperti tahun-tahun sebelumnya, tahun ini datang dengan gelombang besar iklan taruhan olahraga, dukungan selebriti, dan percakapan santai tentang parlay. Meskipun secara teknis ditargetkan pada orang dewasa, paparan ini menjangkau khalayak yang jauh lebih muda. Remaja masa kini tumbuh di dunia yang menormalisasi perjudian dalam budaya olahraga, game, dan media sosial – dan hal ini merupakan peringatan bagi para orang tua.

Meningkatnya Perjudian Remaja

Lebih dari satu dari tiga anak laki-laki berusia 11 hingga 17 tahun pernah berjudi dalam satu tahun terakhir, menurut Common Sense Media. Banyak yang menemukan mekanisme mirip perjudian melalui video game sebelum memasang taruhan tradisional. Super Bowl dan acara olahraga besar lainnya seperti March Madness secara konsisten mengalami lonjakan perjudian di bawah umur, meskipun ada upaya perlindungan. Hal ini bukan suatu kebetulan: banyaknya eksposur memudahkan kaum muda untuk tertarik pada taruhan – dibingkai sebagai hal yang menyenangkan, sosial, dan berisiko rendah.

Mengapa Paparan Dini Penting

Melissa Tract, seorang psikoterapis yang berspesialisasi dalam perilaku remaja, menjelaskan bahwa remaja saat ini mengenal konsep perjudian lebih awal dibandingkan generasi sebelumnya. Eksposur kini terjadi melalui video game (loot box, skin taruhan), olahraga fantasi, dan influencer mendiskusikan taruhan. Normalisasi ini berbahaya karena remaja tidak selalu menganggap aktivitas tersebut sebagai perjudian.

Ada juga faktor neurologis: remaja telah mengembangkan kontrol impuls dan kepekaan yang meningkat terhadap penghargaan. Hadiah acak memicu pelepasan dopamin, sehingga memperkuat perilaku adiktif. Paparan dini secara signifikan meningkatkan kemungkinan pola kompulsif di kemudian hari – menjadikan perjudian remaja sebagai masalah kesehatan masyarakat, bukan hanya masalah disipliner.

Mengenali Tanda-tandanya

Para orang tua tidak boleh panik atas kejadian-kejadian tertentu, namun Tract mendesak kewaspadaan terhadap pola-pola berikut:

  • Peningkatan kerahasiaan seputar aktivitas online.
  • Perubahan mendadak dalam kebiasaan belanja.
  • Penarikan diri dari hobi atau kegiatan sosial.
  • Defensif ketika ditanya tentang taruhan.
  • Memprioritaskan perjudian daripada tanggung jawab.

Jika perjudian mulai mendominasi kehidupan sehari-hari, intervensi sangatlah penting.

Cara Berbicara Tentang Judi Secara Efektif

Hindari ceramah atau taktik ketakutan. Sebaliknya, usahakan untuk melakukan percakapan yang tenang dan berkelanjutan. Ajukan pertanyaan terbuka: “Apa yang Anda perhatikan tentang bertaruh selama pertandingan?” atau “Apa pendapat temanmu mengenai hal ini?”

Psikolog klinis Lisa Damour memperingatkan bahwa perjudian sengaja dirancang agar terlihat menyenangkan sekaligus menutupi risiko finansial. Orang tua harus menjelaskan cara kerja taruhan, mengapa rumah selalu menang, dan bagaimana kerugian terakumulasi.

Menetapkan Batasan dan Memberikan Alternatif

Batasan praktis itu penting. Hapus metode pembayaran tersimpan dari perangkat, minta persetujuan untuk pembelian dalam game, dan pantau aplikasi baru. Pendidikan juga sama pentingnya: ajari remaja tentang peluang, keuntungan platform, dan ilusi “taruhan gratis”.

Tawarkan alternatif yang sehat untuk mengambil risiko: olahraga, tantangan kreatif, atau kompetisi berbasis keterampilan yang menghadirkan kegembiraan tanpa pertaruhan finansial.

Kapan Harus Mencari Bantuan Profesional

Jika perjudian menjadi mekanisme penanggulangan atau sumber kesusahan, carilah dukungan profesional. Konselor sekolah atau ahli kesehatan mental yang memahami kecanduan perilaku dapat membantu mencegah eskalasinya.

Perjudian diam-diam telah menyusup ke kehidupan anak-anak melalui layar, olahraga, dan media sosial. Memperhatikan hal ini, menyebutkan nama, dan membicarakannya secara terbuka mungkin merupakan hal paling protektif yang dapat dilakukan orang tua.